YURISTGAMEINIGAMEID101

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Ekonomi SMA)


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga negara berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.
1. Latar Belakang Terbentuknya OJK
     Pembentukan OJK dilatar Belakangi oleh Adanya Kebutuhan Untuk Melakukan Perataan Kembali Lembaga-Lembaga yang melaksanakan fungsi pengaturan dan pengawasan di indrustri keuangan. Hal itu dilandasi oleh beberapa hal sebagai berikut.

    a. Landasan Hukum
Sebagaimana telah dikemukakan diatas, UU No. 6 Tahun 2009 telah mengamanatkan pembentukan Lembaga Pengawasan Sektor Jasa Keuangan yang mencakup Perbankan, Asuransi, Dana Pensiun, Sekuritas Modal Ventura, dan Perusahaan Pembiayaan.

    B. Perkembangan Industri Keuangan
    Proses globalisasi dalam sistem keuangan dan pesatnya kemajuan di bidang Teknologi Informasi Serta Inovasi Keuangan telah menciptakan industri keuangan yang sangat kompleks, dinamis, dan saling terkait.

2. Tujuan Terbentuknya OJK
Tujuan Terbentuknya OJK  di amanatkan dalam UU OJK adalah kewenangan dibidang edukasi dan perlindungan konsumen dan diatur dalam Pasal 4 UU OJK yang menyebutkan bahwa pembentukan OJK dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
 a). Agar Keseluruhan kegiatan didalam sektor jasa keuangan terselenggara secara Teratur, Adil , transparan, dan akuntabel.
b). Mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil.
c). Mampu melindungi kepentingan konsumen ataupun masyarakat.

3. Fungsi dan Tugas OJK
  OJK memiliki Sebuah fungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang berintegerasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. OJK Sebagai Badan Pengawas Perbankan dan suatu lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain , melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap :
a). Kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan ( Bank Umum dan BPR, baik konvesional maupun syariah);
b). kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal
c). Kegiatan jasa keuangan di sektor per asuransian , dana pensiun, Lembaga Pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya.

4. Wewenang OJK
           Wewenang pengaturan OJK adalah membuat :
     a).  Peraturan pelaksanaan UU OJK
     b).  Peraturan Perundang-undangan di sektor jasa keuangan
     c).  Peraturan Mengenai pengawasan
     d). peraturan mengenai tata cara penetapan perintah tertulis

4. Visi dan Misi yang dimiliki OJK
    Visi OJK adalah menjadi Lembaga pengawas industri jasa keuangan yang terpercaya, melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat dan mampu mewujudkan industri jasa keuangan menjadi pilar perekonomian nasional.

Misi OJK adalah Sebagai berikut.
a). Mewujudkan terselenggaranya seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan secara teratur, adil dan transparan dan akuntabel.
b). Mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil.
c). Melindungi Kepentingan Konsumen dan Masyarakat.


About Author

Ryzena ID

Halo Nama saya Adira Bintang Pemana , Saya Berumur 16 tahun , saya adalah seorang Penulis Pemula Blog , saya bersekolah di Sma Negeri 3 Wonogiri . Motivasi Saya Ngeblog adalah Ingin Membagi ilmu saya kepada orang lain .

Related Post